Film The Love of Siam

Standar

The Love of Siam

Biasanya aku paling gak betah kalo disuruh nonton film yang durasinya panjang, tapi gak demikian untuk film yang satu ini. Biarpun durasinya sampe 170 menit lebih, tapi aku sama sekali gak kepikiran untuk berhenti nonton di tengah2 film. The Love of Siam emang beda kalo dibandingin sama film2 lain. Bahkan di Thailand sendiri, film ini dianggap nyeleneh alias gak biasa. Seperti yang kita tau, film2 Thailand kebanyakan adalah film horor, action, dan komedi. Dan meskipun kadang kita bisa nemuin film Thailand yang genrenya drama, paling2 ceritanya tentang kisah cinta pasangan heteroseksual. Terlalu biasa kan? Nah, The Love of Siam mencoba untuk menampilkan kisah cinta 2 remaja sejenis yang dibalut dengan persoalan keluarga yang cukup pelik.

Cerita diawali dengan kepindahan Mew ke rumah neneknya. Tadinya Mew gak ngerasa nyaman tinggal disana, apalagi dia gak punya teman untuk diajak maen. Tapi untung ada Tong, tetangga sekaligus temannya di sekolah. Hari2 Mew pun banyak dihabiskan dengan bermain bersama Tong, sampai suatu hari, sebuah musibah menimpa keluarga Tong. Tang, kakak perempuan Tong, dinyatakan hilang dan kemungkinan sudah meninggal dalam sebuah pendakian. Untuk mengobati kesedihan, Tong dan keluarganya pun pindah rumah. Enam tahun berlalu, dan Mew dipertemukan kembali dengan Tong. Dari sinilah kisah cinta diantara 2 remaja cowok itu muncul. Tentu aja ini bukan sesuatu hal yang mudah untuk diterima siapa pun. Mama Tong gak bisa terima kalo anak laki2nya itu berhubungan dengan sesama jenis, sekalipun itu dengan Mew, sahabatnya sendiri. Sementara itu, Ying, tetangga Mew, juga gak kalah shock waktu tau kalo tetangga idamannya itu gak suka sama cewek, melainkan suka sama cowok.

Sekalipun fokusnya ada pada Mew dan Tong, tetapi film ini gak melulu bercerita tentang mereka berdua. Secara kebetulan, June, manajer band Mew, punya wajah yang mirip dengan Tang, dan hal ini bener2 dimanfaatin sama keluarga Tong. Sejak Tang hilang, papanya Tong jadi depresi dan tiap hari kerjanya cuma minum2. Itu sebabnya mereka girang banget waktu ketemu sama June. Mereka berharap kemunculan June bisa mengubah kebiasaan buruk sang papa. Tapi apa emang iya semuanya bisa berubah segampang itu? Terus kenapa ya, asal-usul June begitu misterius? Jangan2 June ini emang bener2 kakaknya si Tong? Teruus, gimana ya akhir kisah cinta Mew dan Tong? Hahaa, nonton sendiri doong..

Ada beberapa alasan kenapa aku bilang film ini lumayan oke: ceritanya unik, lagu2nya lumayan asyik, dan para pemainnya juga gak kalah menarik. Yang pernah nonton 4bia,Phobia 2 dan Crazy Little Thing Called Love pasti udah gak asing lagi sama beberapa tokoh utama film ini. Chermarn Boonyasak, pemeran June dalam film ini, nongol di 4bia sebagai Pim. Masih inget dong, sama bagian keempat film horror itu. Itu lhoo, yang adegannya banyak di dalam pesawaat.. Haduuh, gak usah dijelasin deh. Pokoknya yang itu. Heheh, jadi merinding disko kalo inget2 film itu lagi. Oia, Jirayu Laongmanee, pemeran Tong kecil, juga ikutan nongol loh di Phobia 2. Hayoo, masih inget gak sama biksu kecil yang tega ngebunuh bapaknya cuma demi hape? Nah, kalo yang demen ama yang ganteng2, pasti gak bakalan lupa sama Mario Maurer. Pemeran Tong remaja ini kemarin baru aja nongol di Crazy Little Thing Called Love.

Duh, ganteng2 kok naksirnya sama yang ganteng2..

Ini namanya cinta bertepuk sebelah kaki.. :p

“Kakak-beradik” ini sama2 nongol di film horor..

Sekedar info, August Band ~nama band dimana Mew jadi vokalis utama di film ini~ ternyata gak cuma eksis di film aja. Dalam kehidupan nyata pun mereka tetap tampil sebagai band profesional. Single terakhir mereka keluar bulan November 2010 kemarin. Tapi yang pengen aku tunjukin sih bukan single yang itu. Coba deh kalian dengerin yang satu ini, judulnya Love Is Not Everything. Musik dan liriknya ditulis sendiri sama Witwisit Hiranyawongkul, si pemeran Mew. Lagunya lumayan meneduhkan.. :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s