Batu ginjal adalah suatu keadaan terdapat satu atau lebih batu di dalam pelvis atau calyces dari ginjal atau di dalam saluran ureter. Pembentukan batu ginjal dapat terjadi di bagian mana saja dari saluran kencing, tetapi biasanya terbentuk pada dua bagian terbanyak pada ginjal, yaitu di pasu ginjal (renal pelvis) dan calix renalis. Batu dapat terbentuk dari kalsium, fosfat, atau kombinasi asam urat yang biasanya larut di dalam urine.

Batu urin saluran kemih adalah timbunan keras zat padat yang membantu di saluran pembuangan air seni. Sekitar 10% batu ginjal berasal dari masalah metabolisme dimana diperkirakan bahwa kelebihan asam urat dalam urin, tingkat kalsium yang tinggi dalam darah atau penyerapan garam dari asam oksalat di usus yang berlebihan dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal. Protein juga bisa berperan dalam pembentukan batu urin dengan meningkatkan keasaman air seni dan meningkatkan pengeluaran air seni yang mengandung asam urat, fosfor dan kalsium.

Pada pasien dengan penyakit batu, lebih dari 1 dari 3 mekanisme umum cenderung menjadi aktif. Ini meliputi :

1 kemungkinan keberadaan atau kelebihan zat yang mempengaruhi terbentuknya kristal atau pembentukan batu kristal
2 kemungkinan kekurangan zat untuk menghalangi pembentukan kristal.
3 kemungkinan pengeluaran berlebihan atau konsentrasi garam dalam air seni yang mengarah pada kejenuhan dari kristal garam. Semakin besar tingkat kejenuhan, semakin besar tingkat perkembangan kristalnya.

Batu ginjal bervariasi ukurannya, dapat bersifat tunggal atau ganda. Batu-batu tinggal dalam pasu ginjal atau dapat masuk ke dalam ureter dan dapat merusak jaringan ginjal. Batu yang besar akan merusak jaringan dengan tekanan atau mengakibatkan obstruksi, sehingga terjadi aliran kembali cairan. Kebanyakan batu ginjal dapat terjadi berulang-ulang. Batu ginjal dijumpai pada 1 dari 1.000 orang, biasanya lebih banyak dijumpai pada pria (berumur 30-50 tahun) ketimbang wanita. Juga banyak dijumpai di daerah tertentu. Walaupun secara pasti tidak diketahui penyebab batu ginjal, kemungkinannya adalah bila urine menjadi terlalu pekat dan zat-zat yang ada di dalam urine membentuk kristal batu. Penyebab lain adalah infeksi, adanya obstruksi, kelebihan sekresi hormon paratiroid, asidosis pada tubulus ginjal, peningkatan kadar asam urat (biasanya bersamaan dengan radang persendian), kerusakan metabolisme dari beberapa jenis bahan di dalam tubuh, terlalu banyak mempergunakan vitamin D atau terlalu banyak memakan kalsium.

Gejala

Walaupun besar dan lokasi batu bervariasi, rasa sakit disebabkan oleh obsruksi merupakan gejala utama. Batu yang besar dengan permukaan kasar yang masuk ke dalam ureter akan menambah frekuensi dan memaksa kontraksi ureter secara otomatis. Rasa sakit dimulai dari pinggang bawah menuju ke pinggul, kemudian ke alat kelamin luar. Intensitas rasa sakit berfluktuasi dan rasa sakit yang luar biasa merupakan puncak dari kesakitan. Apabila batu berada di pasu ginjal dan di calix, rasa sakit menetap dan kurang intensitasnya. Sakit pinggang terjadi bila batu yang mengadakan obstruksi berada di dalam ginjal. Sedangkan, rasa sakit yang parah pada bagian perut terjadi bila batu telah pindah ke bagian ureter. Mual dan muntah selalu mengikuti rasa sakit yang berat. Penderita batu ginjal kadang-kadang juga mengalami panas, kedinginan, adanya darah di dalam urin bila batu melukai ureter, distensi perut, nanah dalam urine.

Jenis-jenis batu ginjal

Batu yang paling umum adalah struvite (magnesium ammonium phosphate), calcium oxalate, urate, cystine dan silika.

Perawatan

Tujuan keseluruhan perawatan dari batu ginjal adalah

1
untuk mencegah kerusakan ginjal, yang dapat mengakibatkan rusaknya parenkim ginjal.
2
Mengurangi rasa sakit (nyeri). Bisa diberikan obat-obat golongan analgesic-anti inflamsi non steroid. Misalnya : ketorolak, ibuprofen, asam mefenamat.
3
Meluruhkan atau mengurangi batu.
4
Mencegah terbentuknya batu baru.

Terapi medis tergantung pada jenis batu yang dihasilkan. Individu dengan hiperkalsiuria yang disebabkan oleh pengendapan kapur dapat diterapi dengan diuretika golongan thiazid, seperti hidroklortiazid. Adanya infeksi perlu penanganan dengan antibiotika yang sesuai. Intervensi bedah mungkin diperlukan jika batu yang diproduksi terlalu tinggi dan menyebabkan sumbatan, terapi antibiotic tidak cukup menghilangkan infeksi, atau setelah infeksi untuk menghilangkan potongan-potongan batu. Batu asam urat dari air seni memerlukan alkalinization dengan sodium bikarbonat atau kalium sitrat dibagi dalam 4 dosis. Tingkat pH urin harus dipertahankan pada pH 7,5 atau lebih. Asam urat lebih larut dalam basa daripada urin yang asam. Allopurinol diindikasikan pada individu dengan batu urat dimana produksi asam urat melebihi normal.